Selasa, 16 Agustus 2011

Kopi Kurangi Resiko Kanker Kulit

http://id.berita.yahoo.com/kopi-kurangi-resiko-kanker-kulit-025811316.html
Ada berita gembira bagi para penggemar kopi. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, kopi menunjukkan tanda dapat mengurangi resiko kanker kulit dengan membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang dapat berubah menjadi tumor.
Temuan yang diterbitkan pada Senin itu, menunjukkan bahwa minum kafein secara wajar, atau bahkan menggunakan kopi di kulit, dapat berguna dalam menangkal kanker non-melanoma, diagnosis kanker kulit yang paling sering.

Jumat, 20 Mei 2011

Jepang siap Bantu Petani Pasarkan Kopi Lintong

HUMBAHAS- Mr Kazuhiro Harada PhD, dosen dari Universitas Hyogo, Jepang melakukan penelitian terhadap Kopi Lintong di Kabupaten Humbang Hasundutan, termasuk produk kopi luwak lintong yang sudah mulai melakukan ekspor ke Jepang. Mereka juga berjanji akan membantu petani dalam memasarkan kopi dari daerah itu.

Pada penelitian ini, Kazuhiro Harada PhD didampingi Wiyono T Putro SHut MSi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogyakarta. Dua peneliti tersebut berada di Humbahas sejak, Selasa (17/5) dan langsung diterima oleh Gani Silaban Amd, selaku Direktur Utama Kopi Luwak Lintong dan pengurus Assosiasi Petani Kopi Lintong Organik (APKLO).
Sejak tiba di daerah itu, Kazuhiro Harada, langsung melakukan penelitian ke kebun-kebun kopi milik petani di Kecamatan Lintongnihuta, serta melakukan observasi pasar. Disebutkan Kazuhiro, tahap awal, pihaknya baru melakukan penelitian tentang letak geografis, luas area, jumlah produksi, sistem perkebunan kopi oleh petani, serta sistem perdagangannya.
Kamis (19/5), Mr Kazuhiro didampingi Wiyono T Putro dan manajemen Kopi Luwak Lintong berkunjung ke Dinas Pertanian Humbahas dan diterima Kadis Pertanian Ir Kaminton Hutasoit dan Kabid Perkebunan Ir Rajin Lumbantoruan.
Kepada Dinas Pertanian, Kazuhiro mengatakan, September mendatang, pihaknya akan kembali berkunjung ke daerah itu dengan membawa rombongan peneliti, termasuk para mahasiswa dari Hyogo University guna melakukan penelitian lebih detail tentang kopi lintong.
Di sisi lain, Kazuhiro juga berjanji akan mencoba mencari pengusaha di negaranya untuk menjalin kontrak kerja sama dengan petani kopi di Humbahas.
Sementara itu, Kadis Pertanian Humbahas, Ir Kaminton Hutasoit mengaku bangga dan siap membantu siapa saja dalam mengembangkan daerah itu. Pihaknya juga siap memfasilitasi rencana kerja sama antara petani dengan pengusaha Jepang.
Bahkan, lanjut Kaminton, pihaknya juga siap mendukung kelancaran ekspor kopi dari daerah itu. ”Yang jelas, apa pun akan kita lakukan untuk menyejahterakan para petani di daerah ini,” tandasnya. (hsl/des)sumber:www.metrosiantar.com

Jumat, 13 Mei 2011

TAHUKAH ANDA? JIKA INGIN BEBAS KANKER, SERINGLAH MINUM KOPI

INILAH.COM, Jakarta - Sebuah penelitian baru menunjukkan, mengonsumsi lima cangkir kopi sehari dapat melindungi Anda dari serangan agresif kanker payudara. Benarkah?

Seperti diketahui, kanker payudara tidak bereaksi terhadap berbagai obat, karenanya kemoterapi sering kali menjadi satu-satunya pilihan. Kemoterapi ditakuti lantaran wanita tidak ingin penampilannya berubah buruk, misalnya risiko rambut rontok.

Para peneliti menyebutkan, mereka yang secara teratur menikmati minuman panas jauh lebih kecil kemungkinannya terkena estrogen reseptor kanker payudara negatif, terutama jika mereka minum lima cangkir atau lebih kopi dalam sehari.

Dalam studi itu, para ahli dari Institut Karolinska di Stockholm menemukan peminum kopi memiliki insiden lebih rendah dari kanker payudara dibandingkan perempuan yang jarang minum minuman. Mereka menganalisis data dari hampir 6.000 wanita yang melewati menopause.

Para wanita yang minum lima cangkir atau lebih sehari memiliki tingkat penurunan risiko kanker payudara 57% dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari satu cangkir sehari.

Berdasarkan laporan dalam jurnal Breast Cancer Research, para ilmuwan menyimpulkan bahwa tingginya tingkat asupan kopi per hari sangat terkait dengan penurunan signifikan secara statistik pada kanker payudara estrogen-reseptor negatif di kalangan perempuan pasca menopause.

Seperti dilansir Dailymail, para penulis juga menemukan sedikit penurunan risiko pada semua jenis kanker payudara. Walaupun kaitan ini tidak cukup signifikan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor lain seperti usia dan berat badan yang harus turut diperhitungkan.

Para peneliti menduga kopi mengandung senyawa yang memengaruhi berbagai jenis kanker payudara dengan cara berbeda. Hal ini cocok dengan temuan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko kanker payudara secara keseluruhan, meskipun para ahli mengatakan studi lebih lanjut tetap diperlukan. [mor]

Senin, 09 Mei 2011

Segelas Kopi Luwak Lintong, Untuk Kebersamaan Dan Kedamaian

Kopi Luwak Lintong Di Area Semak Belukar Kebun Kopi Petani Kami

Selain Dari Hasil Penangkaran, Crew Kopi Luwak Lintong Bersama Kelompok Petani Kami, Juga Langsung Mencari Kopi Luwak Lintong Di Sekitar Area Kebun Kopi

Proses Penjemuran

Kopi Luwak Lintong Yang Sudah Di Bersihkan Sedang Di Jemur Dengan Memamfaatkan Panas Sinar Matahari.
** WE ARE THE ORGANIC COFFEE FARMER **

Petani Kopi Lintong Membersihkan Kopi Luwak Lintong


Dengan niat & tekad, petani kami bertekad lebih mementingkan kualitas, bukan kuantitas.
Nikmatnya kopi luwak lintong boleh di uji. sebab, biji merah kopi yang ada pada kebun kelompok petani kami semuanya organik, boleh di survey.
** BUKTIKAN HANYA DENGAN MEMINUM KOPI LUWAK LINTONG KAMI **

Minggu, 08 Mei 2011

Senin, 02 Mei 2011

Crew Kopi Luwak Lintong Audiensi Ke Pemkab Humbang Hasundutan

Pemkab Beri Apresiasi Karya Petani Kopi Luwak Lintong


“Jangan Tanya apa yang sudah diberikan negara/pemerintah kepada mu. Tapi, tanyalah apa yang sudah kamu berikan kepada Negara/pemerintah”. Hal inilah yang kami pedomani di crew pemrakarsa kopi luwak lintong untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Jika di lirik, sepintas, kami crew hanyalah kalangan muda yang masih mengejar karier maupun prestasi untuk menyambung hidup yang lebih baik ke depan. Tanpa dukungan modal materi yang cukup, namun dengan niat dan tekad bersama, kami akhirnya memulai usaha produksi kopi luwak lintong dengan memberdayakan petani kopi di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Awalnya, adalah Gani Silaban yang memiliki ide kreatif ini dengan melihat potensi alam dan hasil perkebunan kopi yang sangat cukup guna mengembangkan usaha ini sekitar setahun silam. Step by step dengan modal yang serba minim Gani Silaban mencoba memoles usaha ini mulai dari pemberdayaan petani, pembentukan kemasan hingga mencoba mencari market (kisahnya akan segera di rilis langsung oleh Gani Silaban)
Tapi, seiring waktu, Gani Silaban bertemu dengan Golprit. Masih cukup muda, berangsur keduanya memamfaatkan hasil penjualan kecil-kecilan untuk melengkapi sejumlah sarana produksi.
Maret 2011, Gani Silaban bertemu dengan teman satu alumninya, Horden Silalahi yang kebetulan seorang juornalis. Atas dasar persahabatan, serta profesionalisme, Horden Silalahi mencoba membantu usaha kopi luwak lintong melalui media dan mediasi kepada Pemkab Humbang Hasundutan.
Hingga akhirnya, produk kopi luwak lintong turut serta menjadi andalan Pemkab Humbang Hasundutan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Tapian Daya, Medan Maret hingga April 2011. Hasilnya, Pemkab Humbang Hasundutan berhasil keluar sebagai runner up kategori keseriusan stand.
Selanjutnya, Horden Silalahi kembali mengenduskan ide agar dilakukan audiensi antara crew kopi luwak lintong dengan Bupati Humbang Hasundutan, Drs Maddin Sihombing MSi pada tanggal 22 April 2011 di Kantor Bupati Humbang Hasundutan, Bukit Inspirasi, Doloksanggul.
Pertemuan itu, gagal dihadiri oleh bupati. Dan akhirnya diwakili oleh Sekda Humbang Hasundutan, Martuaman S Silalahi SH, Asisten II Ir Humutur Siagian, Kadis Perindagkop, Poster Sianturi SH MH, Ir Rajin Lumban Toruan mewakili Kadis Pertanian, Kepala Bagian Perekonomian Drs Laurencius Sibarani, Kepala Bagian Humas Hotman Hutasoit, serta sejumlah pejabat lainnya.
Gani Silaban, pun memberikan pemaparan/representasi soal kopi lintong dan kopi luwak lintong di hadapan para pejabat tersebut. Usai representasi, Sekda Humbang Hasundutan serta pejabat yang hadir memberikan respon positif atas kehadiran produk kami ini.
“Pemkab Humbang Hasundutan mengharapkan generasi muda yang mampu berkarya seperti anda semua, tanpa bergantung kepada pemerintah. Kami sangat bangga anda semua dapat turut serta mengharumkan nama kabupaten ini,” ucap Martuaman S Silalahi SH dengan serius.
Bagi kami, ungkapan itu, mungkin hanya sebatas motivasi, bukanlah sebagai sanjungan yang sudah menganggap bahwa karya kami sudah di atas angin, atau sudah go public. Tugas kami masih ada di awal, masih banyak yang harus kami persiapkan dengan modal bersama yang tak dapat kami ungkapkan.
Yang jelas, karya kami ini masih ibarat benih yang membutuhkan suplay pendukung kehidupan. Akan tetapi, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk pengembangannya melalui tekad dan motto, DARI PETANI, UNTUK PETANI DAN OLEH PETANI.
Kami berharap, semua masyarakat senantiasa mendukung kami. Termasuk para pelanggan kami penikmat kopi luwak lintong Yang Terhormat. Dukungan dari anda semua kami hargai dan kami ucapkan banyak terima kasih. SELAMAT MENIKMATI KOPI LUWAK LINTONG. Horas….! (posted by : Manager Pemasaran dan Promosi Kopi Luwak Lintong)

Sabtu, 16 April 2011

Sabtu, 09 April 2011

KOPI LINTONG ORGANIK APKLO (PART 3)

KOPI LINTONG ORGANIK APKLO (PART 2)

KOPI LINTONG ORGANIK APKLO (PART 1)

Kopi Luwak Lintong, Tak Sekadar Menakar Untung

Medan-Petani kopi luwak di Lintong, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), secara tradisional memungut kotoran luwak di sekitar kebun-kebun organik mereka. Di daerah ini, kopi tumbuh dengan sangat bagus, karena memiliki iklim dan ketinggian yang sangat cocok untuk pertumbuhan kopi Arabica yang memang mendominasi ladang-ladang petani. Petani kopi di sana pun, memproses kopi luwak secara tradisional hingga menjadi bubuk kopi.
"Petani melakukan itu untuk menjamin keaslian kopi luwak Lintong. Mereka pun memilih kolektor kopi luwak yang bisa dipercaya, karena keaslian kopi luwak itu sendiri ditentukan oleh petani yang mengumpulnya dari alam.

Karena itu, mereka tidak hanya menakar untung. Kepuasan pembeli adalah tujuan utama," ujar Line Nababan, staf Pemkab Humbahas kepada MedanBisnis, Rabu (6/4), disela-sela kegiatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), di stan Humbahas.

Kopi luwak merupakan salah satu dari jenis kopi yang berasal dari biji kopi yang sebelumnya sudah dimakan dan masuk ke dalam pencernaan hewan bernama luwak. Kopi ini sudah dikenal sejak lama. "Awal mulanya terjadi ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran saat pemerintahan Hindia Belanda hingga tahun 1950-an.

Saat itu, masih banyak ditemukan binatang luwak yang sejenis musang," jelas Line. Luwak ini, lanjut Line, sangat menggemari biji kopi dari buah kopi yang paling baik. Setelah difermentasikan dalam pencernaan, biji-biji kopi ini akan kembali dikeluarkan luwak bersama dengan kotorannya.

"Biji kopi ini yang sering dicari dan diminati para petani kopi, karena mereka yakin biji kopi tersebut berasal dari biji kopi terbaik serta telah difermentasikan secara alami," jelasnya.

Dikatakan Line, proses pengolahan kopi luwak yang dilakukan petani secara tradisional, juga menjadi daya tarik kopi luwak Lintong di pasaran yang harganya kini berkisar Rp 400.000 hingga Rp 700.000 per kg. "Harganya sangat mahal. Apalagi sekarang pasar kopi luwak sedang terbuka lebar sehingga akan memungkinkan menjadi ladang penghasilan bagi petani," katanya.

Ia mengatakan, seiring dengan permintaan kopi luwak yang semakin tinggi, petani kopi di Lintong juga sedang berusaha untuk menangkar luwak liar dengan memberi makanan kopi yang hanya diambil dari kebun kopi organik.

"Petani-petani di Lintong sangat ketat dalam hal kualitas pemprosesan. Makanya untuk saat ini, proses kopi luwak hasil kumpulan dari alam dan hasil penangkaran dipisahkan. Dengan begitu petani kopi luwak akan bisa membedakan kualitas mana yang lebih baik dan sesuai untuk pasar ekspor," kata Line.

Saat ini, produksi kopi luwak Lintong masih terbatas yakni biji kopi luwak kering, biji kopi gonseng, bubuk kopi kasar dan bubuk kopi halus. Minimnya produksi ini, kata Line, karena sulit mengumpulkannya dari alam terutama dari luwak liar.

Line mengungkapkan, petani kopi luwak di Lintong memang sedang berusaha untuk meningkatkan produksi sehingga akan bisa memenuhi permintaan pasar. "Produksi kopi luwak ini juga untuk melestarikan ekosistem dan kelangsungan hidup luwak yang semakin langka karena perburuan besar-besaran untuk dimakan," ungkapnya. (elvidaris simamora)sumber :www.medanbisnisdaily.com

Kamis, 07 April 2011

Proses Pengolahan Kopi Luwak Lintong

PANEN-

LUWAK LIAR (Wild Civet)

Sekitar Kebun Kopi dalam
bentuk Gabah bercampur
kotoran.

LUWAK TERNAK (Pet Civet)

Dari Kandang. Dengan
member makan kopi
lintong organic pilihan
kepada Luwak dalam
kandang. Dan memanen
dalam bentuk gabah
bercampur kotoran luwak.




FERMENTASI Fermentation)

Baik luwak liar dan luwak
ternak menelan kopi
lintong secara utuh, dan
melakukan proses fermentasi
dalam perut luwak
selama 2-12 jam.

PENCUCIAN (Washing)

Kopi luwak yang baru
dipanen, dicuci dengan
menggunakan air bersih
untuk menghilangkan
kotoran yang bercampur
dengan kopi luwak.

PENJEMURAN GABAH (Drying)

Kopi yang baru dicuci
dijemur diatas penjemuran
dari anyaman bamboo
sampai 12 –20 jam (sampai
kadar air 15%)

PENGUPASAN (Hulling)

Pengupasan gabah kopi
luwak menggunakan alu
yang terbuat dari kayu.

JEMUR (Drying)


Kopi yang baru dikupas,
kemudian dijemur lagi
sekitar 2 jam(sampai kadar air 12%)

SORTIR (Sorting)

Kopi yang sudah kering
disortir untuk memilh
grade/Kelas.

GONSENG (Roasting)

Kopi luwak kering kemudian
digonseng dengan
menggunakan arang dan
alat penggonseng yang
masih manual.

PENUMBUKAN (Grinder)


Kopi yang baru digonseng
harus diangindinginkan
dulu . Kemudian di tumbuk
(digrinder) menjadi
kopi bubuk kasar (Drip)
dan Kopi bubuk halus(Powder)


PENGEMASAN (Packaging)


Kopi bubuk dimasukkan
kedalam kopi kemasan
khusus (zipper dan pounch)
supaya bisa dipakai berulang
-ulang dan aroma tahan lama.

Kopi luwak dan keistimewaannya

Mengapa kopi luwak
beda dengan kopi yang lain?
 Kopi yang dimakan luwak,benar
benarkopi pilihan yang sudah matang dan
mempunyai rasa yang disukai oleh luwak.
 Melalui proses fermentasi yang terjadi
dalam perut luwak. Dimana suhu dalam
perut luwak mencapai 260C membantu
proses fermentasi sempurna.
 Biji kopi tercampur dengan enzim enzim
di dalam tubuh dan buah buahan yang
juga dimakan oeh luwak menyebabkan
kopi luwak enak dan khas.
Beberapa keistimewaan lain yang dipercaya
banyak orang yang menjadi
khasiat kopi luwak adalah:

1. Mencegah batu empedu
2. Menurunkan resiko kanker (Kanker
payudara, Kanker kulit)
3. Bisa terhindar dari bahaya diabetes
tipe dua (dengan mengkomsumsi
secara teratur)
4. Perbaikan system pencernaan dan
menahan terbentuknya jaringan
kanker kolon.
5. Nyaman dikomsumsi oleh penderita
penyakit Maag, dan darah tinggi
(Disarankan tidak memakai gula-
Black coffee).
6. Mencegah Penyakit Saraf (Parkinson
dan Alzheimer)
(Dikutip dari berbagai sumber)

Penyajian Kopi luwak

Metode penyajian dalam menikmati kopi luwak
pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan
penyajian kopi pada umumnya. Namun kami
menyarankan berdasarkan pengalaman, kopi
luwak dapat dinikmati dengan menyeduh + 8
grm/150 cc air panas (95-98 C).
Pergunakan air setelah mendidih supaya cita rasa
dapat terjaga dan tidak ikut menguap beserta air
mendidih. Pergunakan media cangkir yang
berbahan keramik agar dapat menahan dan
menjaga panas agar tidak cepat dingin. Untuk
Kopi bubuk kasar, sebaiknya disaring, baik
dengan menggunakan alat saring dari kain atau
plastik. Kopi luwak akan lebih terasa nikmat
bila dihidangkan tanpa gula (black coffee).

KOPI LUWAK LINTONG

APAKAH KOPI LUWAK?



Kopi luwak merupakan salah satu dari jenis
kopi yang berasal dari biji kopi yang
sebelumnya sudah dimakan dan masuk
kedalam pencernaan hewan bernama luwak.
Kopi ini dikenal sudah sejak lama dan awal
mulanya terjadi ketika perkebunan kopi
dibuka besar-besaran saat pemerintahan
Hindia Belanda hingga tahun 1950-an, saat itu
masih banyak ditemukan binatang luwak
yang sejenis musang. Luwak ini suka sekali
mencari biji-bijian yang cukup bagus
termasuk biji kopi untuk dimakan. Luwak
sangat menggemari biji kopi dari buah kopi
yang paling baik, sesudah dimakan dan
dikeluarkan dengan kotorannya, yang
sebelumnya difermentasikan dalam saluran
pencernaan luwak. Biji kopi ini, dulu sering
dicari dan diminati para petani kopi, karena
mereka yakin bahwa biji kopi tersebut berasal
dari biji kopi terbaik serta telah
difermentasikan alami. Dan berdasarkan
keyakinan, rasa kopi luwak ini sangat
berbeda dan terasa spesial dikalangan
penggemar dan penikmat kopi.
Luwak termasuk dalam family Viverridae
(Civets Family) yang terdiri dari beberapa
genus antara lain : Viverra, Prionodon,
Paradoxurus, dan Arctictis. Atau dalam bahasa
lokal disebut Bunga Ihur , lamun lamun
(Batak toba).
Hampir semua Jenis Luwak terutama Genus
Paradoxurus dan Arctictis mampu
memproduksi kopi luwak. Beberapa species
luwak terdapat di Asia tenggara, tetapi yang
menghasilkan kopi terbaik adalah luwak asal
Indonesia (Paradoxurus Hermaphrodirus)
yang habitat utamanya berada di hutan-hutan
pulau sumatra dan Jawa.
T e n t a n g Ko p i l uwa k ( h t t p : / /
id.wikipedia.org/wiki/Kopi_luwak)

KOPI LUWAK LINTONG

Kopi luwak lintong adalah kopi luwak yang
kopinya dimakan dari buah kopi lintong
arabica salah satu kopi tebaik di dunia (Salah
satu coffee speciaty dari Indonesia) .
Petani kopi luwak lintong mengumpul kopi
luwak dari sekitar kebun organik di
kabupaten Humbanghaundutan dimana
kopi lintong tumbuh dengan sangat bagus,
karena punya iklim dan ketinggian yang
sangat cocok untuk pertumbuhan kopi
lintong.
Petani kopi luwak lintong adalah kumpulan
petani kopi lintong yang mengumpul dan
menangkar kopi luwak dari Kabupaten
Humbanghasundutan

VISI DAN MISI

1. Untuk mempromosikan Kopi lintong
sebagai salah satu produk primadona
dari kabupaten Humbanghasundutan
dengan mempersembahkan kopi
luwak lintong untuk masyarakat
banyak.
2. Untuk menambah income dari petani
kopi dengan mengumpul dan
beternak kopi luwak
3. Untuk melestarikan ekosistem dan
kelangsungan hidup dari luwak yang
semakin langka, karena perburuan
besar -besaran untuk dimakan
dengan beternak luwak dan
membudidayakannya.

PRODUKSI

Petani Kopi luwak Lintong secara
tradisionil memungut kotoran luwak di
sekitar kebun kebun organik di kabupaten
Humbanghasundutan.memprosesnya secara
tradisional sampai kebubuk kopi
luwak. Untuk menjamin keasiannya Petani kopi
luwak Lntong Cuma memiih kolektor kopi
luwak yang bisa dipercaya, kerena keaslian dari
kopi luwak itu sendiri ditentukan oleh petani
yang mengumpul dari alam.
Seiring dengan permintaan dari pembeli
semakin banyak, Petani kopi luwak lintong
juga berusaha untuk menangkar kopi luwak liar
dengan memberi makanan kopi yang hanya
diambil dari kebun kopi organik dan dengan
memberi makanan /buah asli yang sering
dimakan di hutan sekitar kebun kopi seperti,
Pisang, Tiung, Nangka, Nenas.
Petani kopi luwak Lintong sangat ketat dalam
hal kwalitas pemprosesan. Proses kopi luwak
lintong hasil kumpulan dari Alam dan hasil
tangkaran dipisahkan.
Dan saat ini produksi kopi luwak lintong masih
terbatas, terutama dari luwak liar, karena
sulitnya mengumpulnya dari alam.

Petani Kopi luwak Lintong memproduksi :

1. Biji Kopi Luwak Kering /
Greenbean (Grade 1-Air 12%)
2. Biji Kopi gonseng / Roasted
Bean (Medium Roast, French
roast)
3. Bubuk Kopi kasar /Drip Coffee
4. Bubuk Kopi halus/Powder Coffee

Kopi Luwak Lintong Andalan Humbahas Di Pekan Raya Sumatera Utara

HUMBAHAS; Masyarakat dan sejumlah pejabat Negara yang mengunjungi stand pameran milik Pemkab Humbang Hasundutan, di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Medan, menyampaikan apresiasi positif atas hasil produksi kopi Luwak Lintong yang dihasilkan oleh Asosiasi Petani Kopi Lintong (APKLo).
“Saya kaget melihat hasil produk kopi lintong itu. Kenapa saya kaget? Karena yang menghasilkan produk itu adalah kalangan petani disana. Walau tinggal di desa, mereka (petani APKLo-red) sangat kreatif dan inovatif,” tutur Samuel Lumbantobing (35) warga Medan, kepada METRO, Minggu (27/3) melalui ponselnya.
Samuel menambahkan, bahwa dirinya menilai kemasan bungkus produk kopi Luwak Lintong dan kualitas cita rasa kopi luwak tersebut, mampu mengimbangi hasil produk yang sama dengan menggunakan sistem pengolahan modern.
“Kalau saya lihat, kemasan kopi Luwak Lintong itu sudah sangat layak dan berkualitas. Dan, yang lebih bagus lagi, cita rasa kopinya sangat nikmat,” ungkap Samuel.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Humbahas, Drs Laurensius Sibarani, kepada METRO, kemarin di Doloksanggul mengatakan, bahwa Bupati Labuhan Batu Utara, H Kharuddin Syah Sitorus juga memberi apresiasi yang sama terhadap kualitas cita rasa kopi luwak lintong.
“Beliau pada saat pembukaan pameran minggu lalu datang ke stand kita. Setelah kita tawarkan untuk mencicipi kopi luwak lintong, beliau kaget. Mungkin, karena baru pertama sekali menikmati cita rasa kopi luwak lintong itu,” ujar Drs Laurensius Sibarani.
Bahkan, kata Laurensius, Bupati Labuhan Batu Utara tersebut, memberi nilai sempurna untuk soal cita rasa kopi tersebut.”Enak, sangat enak, kopi ini punya cita rasa tersendiri, sempurna rasanya,” ujar Drs Lurensius menirukan ucapan Bupati Labura.
Untuk diketahui, produk kopi Luwak Lintong ini, murni dihasilkan oleh petani APKLo yang tinggal di Kecamatan Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbahas. Bahkan, hasil produk ini, kini sudah memasuki pangsa pasar internasional untuk promosi.
Khusus untuk di Indonesia, produk ini sudah tersebar di sejumlah hotel mewah di Medan, Jakarta, Batam, Pekanbaru, Bali dan tempat-tempat lain di Indonesia. Ketua APKLo, Gani Silaban, baru-baru ini, kepada METRO mengatakan, bahwa pengolahan kopi luwak dilakukan secara tradisional.
“Pengolahannya semua manual dan tradisional. Kita bersama anggota assosiasi yang mengolahnya,” ujar Gani. (hsl/des) sumber :www.metrosiantar.com